Yogyakarta -- Kurator Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat kehormatan untuk menjadi pemateri dalam Public Lecture di National University of Singapore (NUS). Dalam kuliah umum tersebut, topik yang dibahas adalah “Utopian Promise: Building Indonesia's New Capital,” yang memaparkan dasar pertimbangan pembangunan IKN.
Presentasi ini menarik perhatian para akademisi, mahasiswa, dan praktisi urban planning dari berbagai negara. Kurator IKN menjelaskan bahwa pembangunan ibu kota baru ini didasarkan pada kebutuhan untuk menciptakan pusat pemerintahan yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan. Pemindahan ibu kota juga bertujuan untuk mengurangi beban Jakarta, yang selama ini mengalami berbagai masalah, termasuk kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan penurunan tanah.
Salah satu aspek penting yang dipresentasikan adalah konsep keberlanjutan (sustainability) yang menjadi pilar utama dalam pembangunan IKN. Kurator IKN menekankan bahwa ibu kota baru ini dirancang dengan pendekatan yang memperhatikan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Ini termasuk penggunaan energi terbarukan, pengelolaan air yang efisien, serta ruang hijau yang luas untuk mendukung kualitas hidup yang lebih baik bagi penduduknya.
Selain itu, presentasi ini juga mengungkapkan bagaimana IKN diharapkan dapat menjadi pusat inovasi dan teknologi. Dengan adanya infrastruktur yang modern dan fasilitas yang mendukung, IKN diharapkan dapat menarik investasi dari dalam dan luar negeri, serta menjadi magnet bagi talenta-talenta muda yang ingin berkontribusi dalam pengembangan kota pintar (smart city).
Tidak hanya itu, Kurator IKN juga memaparkan bagaimana partisipasi masyarakat dan inklusivitas menjadi elemen kunci dalam perencanaan dan pembangunan IKN. Pemerintah berkomitmen untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas lokal, dalam setiap tahap pembangunan, sehingga tercipta rasa memiliki dan keberlanjutan sosial.
Public Lecture ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi visi dan strategi pembangunan IKN, tetapi juga sebagai platform untuk mendapatkan masukan dan perspektif dari komunitas internasional. Diskusi yang dihasilkan diharapkan dapat memperkaya pendekatan dan solusi yang diterapkan dalam pembangunan IKN.
Kehadiran Kurator IKN sebagai pemateri di NUS menegaskan bahwa pembangunan IKN mendapat perhatian dan apresiasi dari komunitas global. Ini merupakan langkah positif dalam memperkenalkan proyek ambisius ini kepada dunia, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang berkomitmen pada pembangunan yang berkelanjutan dan inovatif.

0 Comments
Posting Komentar