Yogyakarta – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), terus menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dalam aspek pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan masyarakat adat. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa pembangunan di kawasan ini selalu melibatkan masyarakat adat beserta kearifan lokal yang dimilikinya.

Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek, Sjamsul Hadi, menegaskan bahwa penguatan masyarakat adat menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan IKN. “Kemendikbudristek mendorong penguatan masyarakat adat di sini, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), salah satunya melalui pendekatan Sekolah Lapangan Kearifan Lokal dan pemberdayaan program-program lainnya untuk mendorong upaya-upaya pemberdayaan masyarakat di kawasan IKN,” ujarnya.

Pendekatan Sekolah Lapangan Kearifan Lokal yang diusung oleh Kemendikbudristek adalah salah satu inovasi penting yang bertujuan untuk mengintegrasikan pengetahuan lokal dan budaya adat dalam proses pembangunan IKN. Program ini melibatkan masyarakat adat secara langsung dalam berbagai kegiatan pelatihan dan penguatan kapasitas, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam proses pembangunan dan dapat memanfaatkan peluang yang ada.

Tak hanya itu, program pemberdayaan lainnya juga telah dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat di sekitar IKN. Program-program ini mencakup pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta inisiatif ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat adat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pembangunan IKN.

Kemendikbudristek percaya bahwa pelibatan aktif masyarakat adat beserta kearifan lokalnya akan memperkaya proses pembangunan IKN dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Dengan melibatkan mereka secara langsung, pemerintah berupaya menjaga keberagaman budaya dan warisan kearifan lokal agar tetap hidup dan lestari di tengah perkembangan modernisasi.

Dalam konteks ini, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci keberhasilan. Semua elemen bersatu padu untuk memastikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya membawa kemajuan fisik, tetapi juga kemajuan sosial dan budaya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat citra baik pemerintah di mata masyarakat, menjaga stabilitas nasional, serta mendorong terciptanya keharmonisan di kawasan IKN.

Melalui pendekatan yang inklusif dan partisipatif ini, pembangunan IKN diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya. Pemerintah optimis bahwa dengan sinergi yang baik, IKN akan menjadi simbol kebangkitan bangsa yang menghargai nilai-nilai lokal di tengah kemajuan global.