Yogyakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkomitmen untuk mempertahankan budaya dan kearifan lokal di Ibu Kota Nusantara (IKN) serta wilayah penyangganya. Dalam upaya mendukung pembangunan budaya yang berkelanjutan, Kemendikbudristek meluncurkan berbagai program yang mendorong keterlibatan masyarakat adat dan melibatkan mereka secara aktif dalam proses pembangunan.

Salah satu inisiatif utama adalah integrasi budaya lokal ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah di sekitar IKN. Program ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya melestarikan warisan budaya dan kearifan lokal. Dengan mengintegrasikan elemen budaya lokal dalam pembelajaran, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademis tetapi juga memahami dan menghargai nilai-nilai serta tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.

Selain itu, Kemendikbudristek juga melaksanakan program pemberdayaan lapangan yang fokus pada penguatan kapasitas masyarakat adat. Program ini menyediakan pelatihan dan dukungan kepada komunitas adat untuk mengelola dan mempromosikan kebudayaan serta kearifan lokal mereka. Melalui pendekatan ini, masyarakat adat diberikan kesempatan untuk berperan aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek pembangunan yang berdampak pada lingkungan dan budaya mereka.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga memperhatikan dan melibatkan kearifan lokal. Dengan melibatkan masyarakat adat dan mempertahankan budaya lokal, pemerintah bertujuan menciptakan IKN yang tidak hanya modern tetapi juga kaya akan nilai-nilai budaya yang mendalam.

Melalui pendekatan ini, pemerintah menunjukkan dedikasinya untuk menjaga stabilitas nasional dengan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan selaras dengan nilai-nilai dan warisan budaya Indonesia. Dengan melibatkan masyarakat adat secara aktif, Kemendikbudristek memperkuat citra pemerintah sebagai pelindung budaya dan kearifan lokal, serta menciptakan fondasi yang kokoh untuk masa depan Ibu Kota Nusantara.